Agrowisata Gunung Pasang Jember: Kebun Kopi, Sungai Jernih, dan Camping di Lereng Argopuro
Kawasan perkebunan milik daerah di Panti yang disulap menjadi tempat piknik, belajar kopi dan karet, berkemah, hingga glamping tepi sungai.
Perlu dicek ulang sebelum berangkat: Tarif glamping, sewa tenda, homestay, dan parkir bisa berubah. Data tarif masuk dan jam buka bersumber dari Sisparnas Kemenpar dan media 2024–2026; konfirmasi ke Perumda Perkebunan Kahyangan untuk reservasi menginap. Data dihimpun per 14 Oktober 2026.
Catatan penting: Kawasan Gunung Pasang berada di lereng Argopuro yang pernah dilanda banjir bandang pada 2006. Saat hujan deras, jauhi aliran sungai dan ikuti jalur evakuasi serta arahan petugas, terutama bila berkemah.
Udara terasa berbeda begitu memasuki kawasan perkebunan di Panti. Deretan pohon karet berdiri rapi, aroma tanah basah bercampur wangi daun kopi, dan suara sungai terdengar dari kejauhan. Di tengah suasana itulah Agrowisata Gunung Pasang hadir, sebuah destinasi yang memadukan kebun produksi dengan tempat rekreasi keluarga.
Agrowisata ini dikelola oleh perusahaan perkebunan milik Pemkab Jember. Selain piknik dan bermain air di sungai, pengunjung bisa belajar tentang kopi dan karet, berkemah, atau mencoba glamping yang menghadap aliran sungai. Tiket masuknya masih terjangkau. Panduan berikut merangkum semua yang perlu Anda ketahui.
Mengenal Agrowisata Gunung Pasang
Agrowisata Gunung Pasang, yang juga dikenal sebagai Agrowisata Boma Gunung Pasang, berlokasi di Afdeling Boma Gunung Pasang, Guplek, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Sungai Boma menjadi batas alam kawasan ini: sisi barat sungai masuk wilayah Desa Suci, sedangkan sisi timur masuk Desa Kemiri.
Kawasan ini merupakan bagian dari Kebun Gunung Pasang milik Perumda Perkebunan Kahyangan, badan usaha milik daerah Kabupaten Jember yang bergerak di perkebunan dengan komoditas utama karet dan kopi. Berdasarkan data Sistem Informasi Pariwisata Nasional (Sisparnas) Kementerian Pariwisata, agrowisata ini mulai beroperasi pada 2018.
Perumda Kahyangan menjadikan agrowisata sebagai bagian dari diversifikasi usaha, sekaligus memberdayakan pekerja kebun. Kebun Gunung Pasang juga pernah masuk dalam rute tur kota Jelita (Jember Keliling Kota) yang dikelola Dinas Perhubungan Jember, serta direncanakan memiliki kafe untuk memperkenalkan kopi produksi Kahyangan dan taman edukasi.
Area ini juga disebut Rimba Camp. Konsepnya adalah nature hospitality, yaitu memadukan kenyamanan wisatawan dengan pelestarian ekosistem hutan perkebunan di bawah naungan pohon-pohon besar di lereng Argopuro.
Daya Tarik dan Aktivitas di Agrowisata Gunung Pasang
Edukasi kopi dan karet
Sebagai kebun produksi, Gunung Pasang menjadi tempat belajar yang nyata. Pengunjung dapat mengenal tanaman kopi dan karet, serta proses perkebunan secara langsung. Kegiatan ini cocok untuk pelajar, termasuk sebagai tujuan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema lokal.
Sungai jernih dan kolam pemandian
Aliran Sungai Boma yang jernih menjadi tempat favorit untuk bermain air. Media juga mencatat adanya kolam pemandian di kawasan ini. Anak-anak biasanya betah bermain, tetapi tetap perlu diawasi.
Camping ground
Tersedia dua area perkemahan, sehingga pengunjung umum, rombongan pelajar, maupun komunitas bisa berkemah tanpa khawatir kehabisan tempat. Malam di Gunung Pasang terasa dingin dan tenang.
Glamping menghadap sungai
Bagi yang ingin bermalam tanpa repot mendirikan tenda, tersedia glamping atau glamorous camping. Kumparan menyebut kamar glamping bisa disewa per jam maupun per hari, dan menghadap langsung ke aliran sungai.
Outbound, taman bermain, dan spot foto
Kawasan ini menyediakan area outbound, taman bermain anak, gazebo, dan spot foto. Salah satu yang unik adalah bangunan bertema kereta api zaman dulu yang menambah kesan klasik perkebunan.
Lokasi dan Cara Menuju Agrowisata Gunung Pasang
Ketik “Agrowisata Boma Gunung Pasang” di aplikasi peta.
| Asal | Rute umum | Perkiraan waktu |
|---|---|---|
| Kota Jember | Jember – Rambipuji/Sukorambi – Panti – Desa Suci – Kebun Gunung Pasang | sekitar 30–45 menit |
| Air Terjun Tancak | dalam wilayah Desa Suci, Panti | relatif dekat |
| Surabaya | Surabaya – Probolinggo – Lumajang – Jember | 5–6 jam, lalu lanjut ke Panti |
| Malang | Malang – Lumajang – Jember | 4–5 jam, lalu lanjut ke Panti |
Disway menyebut perjalanan sekitar 30 menit dari pusat kota, sementara media lain menyebut jarak yang lebih jauh; perbedaan ini kemungkinan karena titik awal yang berbeda. Jalan menuju kawasan melewati perkebunan dan sebagian menanjak. Kendaraan pribadi atau sewaan menjadi pilihan paling praktis. Data Sisparnas mencatat kawasan parkir tidak menyediakan kapasitas bus, sehingga rombongan besar sebaiknya memakai minibus atau kendaraan kecil.
Harga Tiket Masuk Agrowisata Gunung Pasang 2026
Data Sisparnas Kementerian Pariwisata mencantumkan tarif berikut:
| Komponen | Tarif |
|---|---|
| Tiket dewasa hari kerja | Rp8.000 |
| Tiket dewasa akhir pekan | Rp8.000 |
| Tiket rombongan | Rp6.000/orang |
| Parkir motor (media) | Rp2.000 |
| Parkir mobil (media) | Rp5.000 |
| Glamping, tenda, homestay | tarif terpisah, tanyakan pengelola |
Tarif masuk Rp8.000 juga dikonfirmasi beberapa media dari 2024 hingga awal 2026. Pembayaran di lokasi disebut dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai melalui transfer, QRIS, atau mesin EDC.
Jam Operasional dan Waktu Terbaik Berkunjung
Sisparnas mencatat jam buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB, baik hari kerja maupun akhir pekan. Beberapa media menyebut tutup pukul 16.00, jadi datanglah lebih awal untuk aman.
- Pagi hari paling sejuk, cocok untuk jalan-jalan di kebun.
- Menginap semalam untuk merasakan udara dingin dan suasana pagi di hutan perkebunan.
- Musim kemarau lebih nyaman untuk berkemah dan bermain di sungai.
- Akhir pekan biasanya lebih ramai oleh keluarga dan rombongan.
Fasilitas di Agrowisata Gunung Pasang
Data Sisparnas memberi gambaran fasilitas yang cukup rinci:
- Area parkir dengan kapasitas sekitar 100 sepeda motor dan 40 mobil
- 11 toilet umum
- Tempat ibadah
- Empat penyedia makanan dan minuman
- Jalur evakuasi
- Gazebo, taman bermain, area camping, glamping, dan homestay
Beberapa catatan dari data yang sama: belum tersedia toilet khusus disabilitas dan lansia, dan pengelola tidak menyediakan asuransi pengunjung. Bagi lansia, jalur kebun yang naik turun perlu dipertimbangkan.
Tips Berkunjung ke Agrowisata Gunung Pasang
- Reservasi glamping atau homestay lebih awal, terutama untuk akhir pekan.
- Bawa jaket jika menginap karena malam di lereng gunung cukup dingin.
- Gunakan losion antinyamuk di area perkebunan.
- Awasi anak saat bermain di sungai, dan keluar dari air jika hujan turun.
- Bawa perlengkapan camping sendiri jika tidak menyewa.
- Jangan memetik hasil kebun tanpa izin, karena kawasan ini adalah kebun produksi.
- Perhatikan jalur evakuasi saat tiba, terutama jika berkemah.
- Bawa pulang sampah Anda.

Destinasi Wisata Terdekat dari Agrowisata Gunung Pasang
- Air Terjun Tancak, air terjun setinggi sekitar 82 meter di Desa Suci, Panti.
- Kampung Durian Panti, terutama saat musim durian.
- Taman Botani Sukorambi, di jalur kembali ke kota.
- Pemandian Patemon di Tanggul, jika melanjutkan perjalanan ke arah barat.
Rekomendasi Itinerary 2 Hari 1 Malam
| Hari | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| 1 | 07.00 | Berangkat dari kota Jember menuju Panti |
| 1 | 08.00 | Trekking ke Air Terjun Tancak |
| 1 | 11.30 | Tiba di Agrowisata Gunung Pasang, makan siang |
| 1 | 13.00 | Check-in glamping atau mendirikan tenda |
| 1 | 14.00 | Edukasi kebun kopi dan karet, bermain di sungai |
| 1 | 19.00 | Malam santai di area camping |
| 2 | 05.30 | Menikmati pagi di hutan perkebunan |
| 2 | 08.00 | Sarapan dan outbound ringan |
| 2 | 11.00 | Check-out, kembali ke kota Jember |
Untuk kunjungan satu hari, cukup ambil sesi hari pertama hingga sore, lalu pulang sebelum pukul 17.00.
Kesimpulan
Agrowisata Gunung Pasang menawarkan liburan yang menyatukan alam, edukasi, dan petualangan ringan. Tiket Rp8.000, sungai jernih, kebun kopi dan karet, serta pilihan camping dan glamping menjadikannya tempat yang pas untuk keluarga, pelajar, maupun komunitas.
Datang pagi, siapkan perlengkapan sesuai rencana menginap, dan perhatikan cuaca. Dengan begitu, waktu Anda di Agrowisata Gunung Pasang akan terasa sejuk, menyenangkan, dan penuh pengalaman baru.
Mau berkemah atau glamping di Gunung Pasang? Datang ke Jember dengan travel Surabaya Jember atau travel Malang Jember yang menjemput di rumah, lalu pulang dengan travel Jember Surabaya atau travel Jember Malang. Untuk rombongan, layanan carter juga tersedia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana lokasi Agrowisata Gunung Pasang?
Di Afdeling Boma Gunung Pasang, Guplek, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
Berapa harga tiket Agrowisata Gunung Pasang?
Rp8.000 per orang dewasa dan Rp6.000 per orang untuk rombongan, menurut data Sisparnas Kemenpar. Parkir motor sekitar Rp2.000 dan mobil Rp5.000.
Jam berapa Agrowisata Gunung Pasang buka?
Setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB menurut Sisparnas. Sebagian media menyebut tutup pukul 16.00, jadi datanglah lebih awal.
Apakah bisa camping di Gunung Pasang?
Bisa. Tersedia dua area camping dan juga glamping yang menghadap sungai. Tarif menginap dibayar terpisah.
Siapa pengelola Agrowisata Gunung Pasang?
Perumda Perkebunan Kahyangan, badan usaha milik daerah Kabupaten Jember yang bergerak di perkebunan karet dan kopi.
Apakah cocok untuk rombongan sekolah?
Cocok. Ada tarif rombongan, edukasi perkebunan, dan area outbound. Namun parkir bus tidak tersedia, jadi gunakan kendaraan berukuran kecil atau sedang.
Rencanakan liburan lebih lengkap? Lihat 13 destinasi wisata Jember, mulai dari pantai selatan, air terjun, hingga agrowisata.
Berangkat ke Jember Bersama Travel Jember
Datang dari Surabaya, Bandara Juanda, atau Malang? Pilih rute travel door to door berikut, lalu lanjutkan perjalanan wisata Anda dari Jember.
- Sisparnas Kementerian Pariwisata – Agrowisata BOMA Gunung Pasang
- Disway Mojokerto – Rimba Camp dan glamping Gunung Pasang (2026)
- Kumparan – Glamping dan jam buka Gunung Pasang
- Native Indonesia – Tarif parkir dan fasilitas Gunung Pasang
- beritajatim.com – Tur Jelita ke Kebun Gunung Pasang
- Politeknik Negeri Jember – Guidebook Agrowisata Gunung Pasang (2025)